Wacana sekolah online April 2026 batal, pemerintah prioritaskan pembelajaran tatap muka

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 27 Maret 2026 | 23:44 WIB
Menyoroti penuturan Menko PMK, Pratikno terkait batalnya rencana sekolah online pada bulan April 2026 (Instagram.com/@jakut.info - @pratikpratikno)
Menyoroti penuturan Menko PMK, Pratikno terkait batalnya rencana sekolah online pada bulan April 2026 (Instagram.com/@jakut.info - @pratikpratikno)

GENMILENIAL.ID – Wacana kegiatan belajar mengajar secara daring atau sekolah online yang sempat ramai diperbincangkan publik dipastikan batal diterapkan pada April 2026.

Sebelumnya, rencana tersebut mencuat sebagai bagian dari strategi efisiensi energi, termasuk penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang tengah dikaji pemerintah.

Namun demikian, pemerintah kini memastikan proses pembelajaran tetap dilaksanakan secara luring atau tatap muka.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, yang menegaskan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Viral 2 warga Aceh ditemukan tewas dalam mobil yang masih menyala, pemudik diimbau waspada

"Proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss," ujar Pratikno dalam keterangannya, Rabu, 25 Maret 2026.

"Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa," lanjutnya.

Belum jadi kebutuhan mendesak

Pratikno menjelaskan, penerapan sekolah online saat ini belum menjadi kebutuhan yang mendesak.

Meski sebelumnya sempat dibahas kemungkinan penggunaan metode hybrid, yakni kombinasi antara pembelajaran tatap muka dan daring, opsi tersebut tidak menjadi prioritas.

Baca Juga: Viral joget di dapur MBG, SPPG Pangauban disetop sementara, Hendrik Irawan minta maaf

Pembahasan itu melibatkan sejumlah kementerian terkait, seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama.

"Memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring," kata Pratikno.

"Tetapi, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini," tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X