Terlihat pula paket MBG yang dikemas dalam kotak plastik jenis thinwall itu kemudian dibuang ke tumpukan sampah oleh para siswa.
Video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai komentar dari warganet yang mempertanyakan kualitas makanan dalam program MBG.
SPPG jelaskan itu aroma pisang barongko
Menanggapi video yang viral tersebut, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lido di Kecamatan Belo memberikan penjelasan.
Mereka membantah bahwa makanan yang dibagikan kepada siswa sudah basi.
Perwakilan SPPG Lido, Nana, menjelaskan bahwa menu yang diberikan kepada siswa saat itu adalah barongko, makanan berbahan dasar pisang yang memang memiliki aroma khas.
Baca Juga: Polisi sebut tersangka pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau menyesal dan ingin salat taubat
"Itu bukan basi, tapi aroma pisang dalam barongko. Makanan barongko memang beraroma, beda dengan puding," ucap Nana dalam keterangannya di Bima, NTB, pada Rabu, 4 Maret 2026.
Ia juga menyebut bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi setelah video tersebut beredar.
Menurut Nana, sejumlah relawan yang tidak sedang menjalankan ibadah puasa bahkan telah mencoba mencicipi menu tersebut untuk memastikan kualitasnya.
Hasil pengecekan tersebut menunjukkan bahwa makanan masih dalam kondisi aman dan layak untuk dikonsumsi.
"Sudah dicek langsung. Kondisinya aman dan masih layak dikonsumsi. Sampel makanan juga masih kami simpan di SPPG," ujar Nana.
Sekolah belum beri tanggapan