Dikomentari ‘evakuasi sibuk bikin konten’, penyelam BSG ungkap alasan buat video saat pencarian korban kapal Virgo Transport 8

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 27 September 2026 | 23:57 WIB
Proses evakuasi korban kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa oleh penyelam BSG (Instagram/egaprasutiaa)
Proses evakuasi korban kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa oleh penyelam BSG (Instagram/egaprasutiaa)

GENMILENIAL.ID – Operasi pencarian dan evakuasi korban kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa hingga kini masih terus dilakukan.

Kondisi bangkai kapal yang sudah berada di puluhan meter di bawah permukaan laut dan masih terus menunjukkan pergerakan membuat proses evakuasi menurunkan tim penyelam Basarnas Special Group (BSG).

Tim penyelam mulai dengan memecah kaca jendela kapal untuk menarik korban hingga masuk ke sejumlah titik area di dalam kapal.

Baca Juga: Kapan bansos PKH BPNT tahap 4 cair? Siap-siap pencairan Oktober-Desember 2026

Update kegiatan dan perkembangan evakuasi pun diberikan oleh Basarnas melalui unggahan video lewat akun media sosial resminya dan sejumlah akun milik para anggota BSG.

Jawab komentar evakuasi sambil bikin konten

Melalui unggahan akun Instagram salah satu tim BSG, @egaprasutiaa, Pras menjawab komentar yang dilayangkan kepada Basarnas terkait video.

“Ini misi menolong atau misi buat konten? Satunya kerja, satunya sibuk hanya merekam,” tulis komentar salah satu warganet dengan akun @yun******a.

Pras kemudian menjelaskan bahwa pembuatan video sebagai bentuk laporan kinerja kepada masyarakat.

Baca Juga: Kang Akur dorong talenta futsal Subang tembus nasional hingga internasional, ini pesannya

“Begini ya Mas Y, Basarnas itu instansi pemerintah dan pegawainya itu ASN. Nah, gaji kami ini berasal dari APBN,” ujar Pras, dikutip dari unggahannya pada Minggu, 27 September 2026.

“APBN ini salah satu sumber pendapatannya dari penerimaan perpajakan. Masnya kan bayar pajak, berhak dong melihat kinerja kami para ASN Basarnas yang digaji dari APBN,” imbuhnya.

Lebih lanjut, video tersebut diambil jauh di bawah permukaan laut, sehingga harus orang ahli dalam bidangnya yang melakukan tugas tersebut.

“Selain ancaman arus laut, penyelam ini berisiko dekompresi, trauma, bahkan sampai hipotermia. Risiko tadi bisa menyebabkan kematian bagi penyelam dan itu kan video lagi evakuasi,” sambungnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X