"Aku tidak mau terjebak di sini sendirian, jauh dari istri dan keluarga," paparnya.
Bagi Evan, faktor keluarga menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan besar tersebut.
Baca Juga: Viral sindiran seniman asal Kebumen soal jalan rusak: Nggak jelek, tapi berkarakter
Khawatir jalur penerbangan ditutup
Selain potensi keterlibatan Jerman dalam konflik, Evan juga mencemaskan dampak langsung terhadap akses transportasi internasional.
"Kalau Jerman benar-benar ikut perang dan bandara ditutup," jelasnya.
"Kasus terburuk, perang nuklir terjadi dan blackout tidak tahu berapa lama," imbuh Evan.
Ia menilai risiko tersebut terlalu besar untuk diabaikan, terlebih sang istri saat ini tengah mengurus proses visa untuk menyusulnya ke Jerman.
Baca Juga: Laporan lahan kompensasi PT BSI di Bondowoso mandek, Jack Center desak KPK tuntaskan kasus
"Saat ini istriku lagi proses mengurus visa, tapi prosesnya lama, tadinya rencana kita mau tinggal sebelum kita berdua ke Indonesia," bebernya.
Namun, dengan situasi global yang semakin tidak menentu, rencana tersebut kini dipertimbangkan ulang.
"Resikonya terlalu besar dan aku tidak sanggup menanggung konsekuensinya," tutup Evan.
Curahan hati Evan Haydar ini pun memantik perhatian warganet, terutama WNI yang berada di luar negeri dan ikut mencermati perkembangan konflik internasional yang berpotensi berdampak luas.***