Banyak pedagang, tukang ojek, dan pelaku wisata yang menggantungkan penghasilan di kawasan tersebut.
Baca Juga: Super Air Jet tujuan Denpasar diduga delay 5 jam, penumpang keluhkan minimnya penjelasan
“Untuk bisa berjualan, bisa berkuda, dan bisa narik ojek,” lanjut suara dalam pengumuman.
Tuai pro dan kontra di media sosial
Video tersebut memicu beragam komentar warganet.
Sejumlah netizen mempertanyakan mengapa warga yang diminta memperbaiki fasilitas, sementara kawasan wisata tersebut memungut retribusi tiket.
“Kalau rusak ngajak yang lain buat benerin, pas udah jadi, ditiketin lagi dan duitnya nggak dibagi,” tulis salah satu akun.
Warganet lain berkomentar bahwa retribusi tiket masuk seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dalam perbaikan infrastruktur.
Namun, pengunggah video menjelaskan bahwa ajakan kerja bakti berasal dari inisiatif warga sendiri demi mempercepat pemulihan ekonomi.
Ia juga menyebut harapan warga agar Pancuran 13 dapat digratiskan sementara seperti sebelumnya.
Dampak banjir bandang di Guci
Sebelumnya, banjir bandang menerjang kawasan Wisata Guci pada 24 Januari 2026 akibat meluapnya Sungai Gung di lereng Gunung Slamet.
Baca Juga: Sempat viral pesawat Super Air Jet delay 5 jam penumpang dapat kompensasi Rp300 ribu
Sedikitnya tiga lokasi mengalami kerusakan parah, yakni Pancuran 13, Pancuran 5, dan Kolam Air Barokah.