Warganet lainnya turut menyampaikan dukungan moral kepada tim SAR yang masih berjibaku di lapangan.
Baca Juga: Terobos banjir, polisi di Pamanukan gotong keranda jenazah warga
Proses evakuasi terus berlanjut
Sementara itu, Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa hingga Selasa 27 Januari 2026, jumlah warga terdampak longsor mencapai 155 jiwa dari 35 kepala keluarga.
Dari jumlah tersebut, 75 orang dinyatakan selamat, sementara 80 lainnya masih dalam proses pencarian.
“Informasi terakhir, sebanyak 27 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Syafii.
Ia menambahkan, lebih dari 2.000 personel gabungan telah dikerahkan dalam operasi kemanusiaan ini.
Namun, demi mempertimbangkan keselamatan, saat ini hanya sekitar 250 personel yang diterjunkan langsung di titik rawan longsor.
Fokus pencarian masih dipusatkan di area permukiman warga yang tertimbun material longsor, mengingat sebagian besar korban berada di lokasi tersebut saat bencana terjadi.
Harapan di tengah duka
Di tengah upaya pencarian yang penuh risiko, kehadiran kearifan lokal seperti aksi pawang hujan menjadi simbol harapan bagi masyarakat sekitar.
Meski tak bisa dijadikan patokan ilmiah, langkah tersebut dipandang sebagai bentuk doa dan ikhtiar batin demi keselamatan para korban dan petugas.
Hingga kini, proses evakuasi masih terus dilakukan sambil menunggu kondisi cuaca yang lebih bersahabat.***