news

Petani Aceh Utara tetap menanam padi meski lumpur setinggi pinggang

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:59 WIB
Kondisi persawahan warga yang dipenuhi sisa lumpur bekas banjir akhir November 2025 (Instagram/paseimages)

“Kalau menunggu cetak ulang, entah akan selama apa,” tulis akun @deom******o.

“Ibu-ibu yang luar biasa, semoga Allah beri hasil melimpah,” tulis akun @its**********6.

Baca Juga: Kapolres Subang turun langsung ke lokasi banjir Ciasem, fokus pemulihan warga dan trauma healing

“Semoga lumpurnya membawa kesuburan dan hasil berlimpah,” tulis akun @ikh*******i.

Penanganan pascabanjir masih jadi PR

Belum lama ini, Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, menyoroti penanganan pascabanjir.

Ia menyebut pembersihan lumpur dan tumpukan kayu di beberapa lokasi masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Selain itu, pembangunan hunian sementara (huntara) perlu dikebut agar warga terdampak dapat menempati sebelum 18 Februari 2026, menjelang bulan Ramadan.

Baca Juga: Ki Maher: Bencana tak lagi bisa diprediksi, saatnya manusia kembali menjaga alam

“Pembersihan lumpur dan kayu masih menjadi prioritas. Huntara harus selesai tepat waktu agar warga bisa kembali beraktivitas normal,” kata Tarmizi.

Dampak banjir bandang Aceh 2025

Banjir bandang dan tanah longsor November 2025 lalu menimbulkan dampak serius di Aceh Utara.

Hingga kini tercatat 345 korban meninggal, 6 masih hilang, dan lebih dari 33 ribu orang mengungsi yang tersebar di 12 kecamatan.

Meski menghadapi lumpur setinggi pinggang, semangat petani untuk tetap menanam padi menunjukkan ketahanan dan kerja keras masyarakat Aceh Utara pascabanjir, sekaligus menjadi sorotan positif bagi publik dan warganet.***

Halaman:

Tags

Terkini