GENMILENIAL.ID — Publik Tanah Air tengah menyoroti sosok musisi sekaligus budayawan Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto usai resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN).
Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin pada Kamis, 15 Januari 2026.
Masuknya vokalis band Letto itu ke jajaran Tenaga Ahli DPN menuai beragam respons. Sebagian masyarakat mempertanyakan kapasitas hingga dugaan keberpihakan politik di balik penunjukan tersebut.
Menanggapi hal itu, Noe menegaskan bahwa posisinya bukan sebagai pembuat kebijakan, melainkan pemberi masukan kepada negara.
Hal tersebut ia sampaikan melalui kanal YouTube pribadinya, Sabrang MDP Official, Kamis, 22 Januari 2026.
“Tenaga ahli itu enggak buat peraturan. Tenaga ahli itu memberi masukan kepada pemerintah,” ujar Noe.
Ia menjelaskan, peran tersebut berkaitan dengan pemberian pandangan atas situasi, risiko, serta rekomendasi yang bisa menjadi pertimbangan negara dalam mengambil keputusan.
Baca Juga: Ojol dilibatkan jaga kondusivitas Subang, Kapolres: Keamanan tanggung jawab bersama
“Sebagai indra, mata, telinga, dan akal. Apa sih yang terjadi, dan bagaimana seharusnya memperbaiki situasi,” lanjutnya.
Akui banyak keresahan publik
Noe mengakui, pelantikannya sebagai Tenaga Ahli DPN memunculkan berbagai kritik dan keresahan dari masyarakat.
Namun, ia menegaskan bahwa aktivitas memberi masukan kepada negara sejatinya telah ia lakukan sejak lama melalui ruang-ruang dialog publik.
Putra budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun itu juga menyebut, perubahan simbolik seperti mengenakan peci dan dasi tidak mengubah prinsip hidupnya.