GENMILENIAL.ID — Di balik reruntuhan bangunan dan lumpur pekat sisa banjir bandang yang menerjang Desa Sipange, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, tersimpan kisah kehilangan yang diceritakan dengan cara paling jujur dan polos oleh anak-anak.
Bagi mereka, banjir bukan sekadar peristiwa alam, melainkan awal dari hilangnya tempat paling aman dalam hidup mereka: rumah.
Kisah pilu itu terekam dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok @Apa Aja pada Minggu, 21 Desember 2025.
Dalam tayangan tersebut, dua bocah terlihat berada di area pengungsian darurat, menceritakan kondisi rumah mereka yang kini tak lagi bisa dihuni akibat terjangan banjir bandang.
'Sudah rusak rumah kami yang warna biru'
Dengan raut wajah polos dan suara yang lirih, salah satu bocah menggambarkan rumah yang selama ini mereka tinggali.
Rumah itu begitu melekat dalam ingatan mereka, bukan karena kemewahan, melainkan karena warnanya yang khas.
“Sudah rusak rumah kami yang warna biru,” ucap bocah tersebut dalam video.
Baca Juga: Krisis air bersih, warga Desa Sekumur Aceh Tamiang terpaksa gunakan air banjir untuk memasak
Kalimat sederhana itu seketika menggambarkan betapa besar kehilangan yang mereka rasakan.
Rumah bukan hanya bangunan, melainkan ruang tumbuh, tempat bermain, belajar, dan berlindung bersama keluarga.
Dua rumah sekaligus hancur
Kesedihan kian terasa saat bocah tersebut melanjutkan ceritanya.