“Kita bersatu di sini, apa pun latar belakangnya, demi misi kemanusiaan semua berkolaborasi secara taktis tanpa birokrasi yang ribet. Saling menjaga, saling bantu, dan berusaha sebanyak mungkin untuk menjaga para korban,” tegas Ferry.
Baca Juga: Prabowo ingatkan pentingnya swasembada energi dan pangan: Kelapa sawit bisa jadi BBM
Korban Aceh Tamiang terlantar dan kelaparan
Sehari sebelumnya, Ferry melaporkan kondisi Aceh Tamiang. Korban banjir dilaporkan kelaparan dan kehausan akibat pasokan listrik dan air terputus.
“Tamiang dan keadaannya sama sekali tidak membaik, orang-orang kelaparan, kehausan, tidak ada air dan listrik,” ungkapnya melalui unggahan YouTube.
Ia pun mengajak semua pihak membantu korban di Tamiang, Takengon, Gayo, dan Bener Meriah.
Pecah tangis saat penyaluran bantuan
Di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Ferry menyalurkan donasi senilai Rp10 miliar yang terkumpul dari seluruh Indonesia. Momen itu membuatnya tak kuasa menahan tangis.
“Seluruh masyarakat Indonesia peduli kepada bapak ibu semua,” kata Ferry, menenangkan warga pengungsian.
Perjalanan misi kemanusiaan masih berlanjut
Hingga berita ini diturunkan, Ferry dan timnya melanjutkan perjalanan menuju tiga wilayah di Sumatera Barat yang masih terisolir dan minim bantuan.***