BRMP menjadi pusat perakitan benih unggul nasional, komponen yang disebut sebagai induk dari seluruh produktivitas pertanian.
Ia menegaskan bahwa benih adalah modal dasar bagi keberhasilan swasembada. Tanpa inovasi perbenihan, peningkatan produksi mustahil tercapai meski dukungan infrastruktur melimpah.
“Karena induk semua benih ada di sini,” ucapnya tegas.
Komisi IV: Rantai pasok padi kini hadapi ancaman kompleks
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ir. Panggah Susanto, menggarisbawahi bahwa tantangan produksi padi hari ini jauh lebih berat.
Baca Juga: Gubernur Mualem soroti respons BNPB soal bencana Aceh: Evakuasi lambat hingga boat tak berfungsi
Mulai dari perubahan iklim ekstrem, hama yang kian adaptif, penyempitan lahan, hingga tingginya biaya produksi dan ketimpangan pasar yang sering merugikan petani.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut langkah yang lebih progresif dan terintegrasi.
“Tanpa benih unggul, adaptif, dan bermutu tinggi, seluruh upaya peningkatan produksi tidak akan optimal,” ujarnya.
Ia menekankan perlunya memperkuat kapasitas riset, laboratorium pengujian, hingga rekayasa alsintan agar Indonesia memiliki rantai pasok padi yang benar-benar kokoh dan tidak rapuh oleh gangguan pasar maupun bencana alam.
Penyaluran bantuan padi hingga penguatan petani
Dalam acara tersebut, turut dilakukan penyaluran bantuan pangan alokasi Oktober–November 2025 serta bantuan benih padi senilai Rp100.800.000.
Sejumlah pihak strategis seperti Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia, PT Sang Hyang Seri, dan Badan Pangan Nasional ikut hadir untuk memperkuat ekosistem pangan nasional.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa di tengah tekanan industrialisasi, Subang tetap menjadi pusat perhatian nasional dalam menjaga swasembada beras Indonesia.***