GENMILENIAL.ID - Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara memutus akses di sejumlah titik, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga.
Kondisi ini membuat distribusi bantuan terhambat dan memicu munculnya video viral aksi warga yang merangsek masuk ke minimarket untuk mengambil makanan.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak rak minimarket kosong akibat warga mengambil berbagai kebutuhan pokok.
Baca Juga: Indofood UI Ultra 2025 hadir dengan Neon Glow Run, target 6.000 peserta dan misi sosial pendidikan
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menanggapi situasi ini dengan meminta masyarakat tetap tenang dan bersabar karena bantuan tengah dalam proses distribusi, meski akses menuju wilayah terdampak masih sulit ditembus.
Gubernur Bobby Nasution: Tidak bisa sepenuhnya menyalahkan masyarakat
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan bahwa pemerintah memahami kondisi warga yang sudah beberapa hari kekurangan logistik.
Ia menyebut aksi tersebut tak bisa sepenuhnya dibebankan sebagai kesalahan masyarakat.
“Yang pasti masyarakat kita tahu kondisinya. Sama-sama mungkin sudah beberapa hari tidak makan, kita tidak menyalahkan 100 persen ke masyarakat, tapi kita fokus untuk membagi ke masyarakat,” kata Bobby saat meninjau Tapanuli Tengah, Minggu 30 November 2025.
Bobby juga menjelaskan bahwa sejumlah wilayah Tapteng masih terisolir, baik jalur masuk maupun akses dalam wilayah tersebut.
Karena itu, pemerintah memfokuskan distribusi bantuan melalui jalur udara, sementara daerah yang akses daratnya terbuka tetap disuplai melalui jalur darat.
Wakil Gubernur Sumut minta warga bersabar