Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, meminta masyarakat tetap bersabar karena pemerintah sedang berupaya membuka akses dan mempercepat distribusi bantuan.
Ia menegaskan bahwa logistik sebenarnya mencukupi, namun hambatan terbesar ada pada akses menuju lokasi bencana.
“Pemerintah, baik pusat maupun provinsi, itu logistik cukup. Cuma mau menyampaikan ke sana itu sebetulnya yang belum bisa,” ujar Surya di Medan.
Untuk daerah yang masih terisolir, Pemprov Sumut mengalihkan jalur distribusi melalui Subulussalam, Aceh, menggunakan kendaraan berukuran kecil yang mampu melewati medan yang tersisa.
BNPB: Warga mengambil makanan, bukan merusak
Kepala BNPB, Suharyanto, menegaskan bahwa tindakan warga di Tapteng dan Sibolga bukan aksi kriminal yang disertai perusakan.
Menurutnya, warga hanya mengambil bahan makanan karena keharusan bertahan hidup.
“Kita yakin itu bukan niat jahat. Mungkin karena sudah beberapa jam atau beberapa hari belum makan sehingga terkesan begitu,” ujar Suharyanto.
Ia menegaskan bahwa warga tidak memecahkan kaca atau merusak fasilitas minimarket.
BNPB juga menegaskan bahwa Tapteng dan Sibolga adalah wilayah yang terdampak paling parah dan masih terisolir hingga saat ini.***
Artikel Terkait
Korban bencana Sumatera tembus 303 jiwa, BNPB sebut Sumut paling banyak terdampak
Posko dan RS Darurat sudah berdiri, Kemenkes ingatkan munculnya penyakit pascabanjir Sumatera
Viral! Minimarket di Tapanuli Tengah dijarah warga, Kepala BNPB ungkap penyebab utamanya
Akses darat sulit ditembus, Kepala BNPB ungkap 50 tentara jalan kaki ke daerah terisolir di Tapanuli Utara–Sibolga
Insiden penjarahan minimarket di Sibolga: Wagub Sumut imbau warga sabar, BNPB tegaskan tak ada perusakan
Masih terisolir, Kepala BNPB sebut Tapanuli Tengah dan Sibolga perlu perhatian serius
Pemerintah kerahkan seluruh kekuatan nasional tangani bencana Sumatera, Malaysia turut kirim bantuan medis