Akses darat sulit ditembus, Kepala BNPB ungkap 50 tentara jalan kaki ke daerah terisolir di Tapanuli Utara–Sibolga

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 30 November 2025 | 13:46 WIB
Kepala BNPB beberkan skema distribusi bantuan untuk daerah yang masih terisolir (bnpb.go.id)
Kepala BNPB beberkan skema distribusi bantuan untuk daerah yang masih terisolir (bnpb.go.id)

GENMILENIAL.ID — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut akses menuju sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Tapanuli Utara, Sibolga, dan Tapanuli Tengah masih sangat sulit ditembus. Kondisi ini membuat distribusi logistik belum optimal.

“Memang kondisi ini belum baik, tapi dibandingkan dua hari lalu dan kemarin, saya yakin ada kemajuan yang cukup signifikan,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers pada Sabtu sore, 29 November 2025.

Upaya buka akses menuju wilayah terisolir

Suharyanto menjelaskan bahwa sejak hari pertama kejadian, satgas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya menembus jalur yang terputus di akses Tapanuli Utara menuju Sibolga, wilayah yang disebut sebagai lokasi paling parah terdampak.

Baca Juga: Viral! Minimarket di Tapanuli Tengah dijarah warga, Kepala BNPB ungkap penyebab utamanya

“Mudah-mudahan dalam tiga sampai empat hari ke depan bisa tembus, karena panjang sekali longsorannya,” ucapnya.

Ia menyebut Gubernur Sumatera Utara, Pangdam, dan Kapolda telah meninjau kondisi dari udara dan menemukan bahwa jalur yang longsor sudah tidak dapat dilalui sama sekali.

Di wilayah itu, terdapat warga yang terjebak dan menunggu bantuan. Karena itu, BNPB mengerahkan satgas darat dengan puluhan anggota TNI.

“Mereka sudah berjam-jam, berhari-hari, bahkan mungkin ada yang lebih dari sehari dan membutuhkan logistik air minum. Maka kami membentuk satgas gabungan lewat darat dengan tentara,” jelasnya.

Baca Juga: IFG libatkan 400 mahasiswa bangun kesadaran ESG melalui edukasi keuangan berkelanjutan

“Besok pagi bergerak, 50 orang menggunakan ransel berisi air, beras, dan makanan untuk masuk ke lokasi melayani para pejalan yang terjebak di situ,” lanjutnya.

Distribusi bantuan lewat udara

Selain jalur darat, distribusi logistik juga dilakukan melalui udara untuk menjangkau kawasan paling terisolir.

“Panglima Kodam Bukit Barisan akan menggunakan satu helikopter besar untuk memberikan bantuan lewat udara. Logistik-logistik itu dilempar ke bawah agar kebutuhan warga tetap terpenuhi,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X