Suharyanto juga menyinggung kondisi Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri, yang sebelumnya dikabarkan hilang. Ia disebut berada di titik terputus yang sangat sulit diakses.
Baca Juga: Rocky Gerung soroti beban psikologis Prabowo di tahun pertama pemerintahan
“Dia pulang ke Sibolga jalan satu hari di medan terjal begitu. Kami perkirakan masih 20 kilometer yang harus ditembus menuju Sibolga dan menuju Tapanuli Tengah,” ujarnya.
Pengiriman bantuan ke Sibolga dan Tapanuli Tengah
Menurut laporan BNPB, Kota Sibolga hingga saat ini masih terisolir.
“Sibolga harus lewat laut dan lewat udara. Tetapi Tapanuli Tengah bisa diakses lewat darat kalau bantuannya masuk melalui Pinangsori,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa operasi udara akan terus dilakukan hingga kondisi membaik.
“Tidak ada batasan. Tanggap darurat ini juga akan diperpanjang tergantung situasi di lapangan. Sekarang masih jauh, tapi dengan bertambahnya waktu harus lebih baik,” ujarnya.
Hingga Sabtu sore, 29 November 2025, BNPB mencatat jumlah pengungsi mencapai:
- 600 kepala keluarga di Tapanuli Utara,
- 1.100 kepala keluarga di Tapanuli Tengah sebagai wilayah dengan dampak terparah,
- Sementara Kota Sibolga masih belum dapat ditembus kecuali melalui pengiriman lewat udara.***