Distribusi terkendala akses dan kapasitas angkut
Lebih jauh, Suharyanto mengakui bahwa distribusi bantuan belum optimal karena keterbatasan kapasitas angkut, terutama di daerah terisolasi.
Ia menyebut situasi di Tapanuli Tengah dan Sibolga mulai kondusif. Namun, beberapa wilayah masih terisolasi akibat jalur Banda Aceh–Lhokseumawe yang belum pulih.
“Itu yang beredar di Jakarta justru kejadian di Sibolga dan Tapanuli Tengah. Di Aceh Tamiang mungkin sama ya, apalagi masih putus. Sehingga terisolir bahasanya,” ungkapnya.
Update bantuan logistik ke Tapanuli Tengah dan Sibolga
BNPB memastikan bantuan sudah masuk, meski jumlahnya masih terbatas.
“Contoh misalnya Kota Sibolga, per sore ini yang sudah bisa didorong ada sembako 200 paket, makanan siap saji 200 paket, tenda pengungsi 1 unit, matras 100 lembar, kasur 20 unit, selimut 100 lembar, pompa, enam HP, genset satu unit, dan perahu satu unit. Itu kota yang belum bisa ditembus lewat darat,” jelas Suharyanto.
Sementara Tapanuli Tengah menerima bantuan dalam jumlah lebih banyak, dan wilayah lain di luar dua daerah itu sudah dapat ditembus darat maupun udara.***