news

Pengadaan lahan proyek Whoosh disorot KPK: Isu tanah negara dijual lagi ke negara diusut

Selasa, 18 November 2025 | 11:26 WIB
KPK mulai selidiki soal pengadaan lahan yang digunakan untuk jalur Whoosh (Instagram.com/@keretacepat_id)

GENMILENIAL.ID — Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka penyelidikan terkait dugaan penyimpangan pengadaan lahan.

Selain dugaan mark up anggaran, lembaga antirasuah mencium adanya dugaan jual-beli tanah negara yang digunakan untuk jalur kereta cepat tersebut.

KPK dalami proses pengadaan lahan Whoosh

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pihaknya terus mengumpulkan informasi dengan meminta keterangan dari sejumlah pihak yang mengetahui proses pengadaan lahan proyek strategis nasional itu.

Baca Juga: Prabowo: Stop omon-omon, pemerintah harus beri hasil cepat untuk rakyat

“KPK mendalami bagaimana proses-proses pengadaan, salah satunya terkait pengadaan lahannya, bagaimana pihak-pihak ini melakukan pengadaan lahan yang digunakan untuk jalur kereta cepat tersebut,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin 17 November 2025.  

Meski enggan mengungkap jumlahnya, Budi menyebut pihak yang telah dipanggil sudah “cukup banyak”.

“Sudah lumayan, sudah cukup banyak, dan ini masih terus dilakukan,” ucapnya.

Namun identitas pihak-pihak yang dimintai keterangan belum bisa dibuka.

Baca Juga: Diterpa isu ijazah palsu, Hakim MK Arsul Sani bongkar perjalanan studi 11 tahun dan tunjukkan bukti asli

“Masih tahap penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan pihak mana saja yang didalami. Yang jelas, mereka yang diduga mengetahui dan berkaitan dengan pengadaan lahan jalur kereta cepat tersebut,” jelasnya.

Informasi keterangan saksi dicocokkan dengan temuan lapangan

Menurut Budi, seluruh keterangan dan data yang diterima KPK akan dianalisis bersama informasi lain yang lebih dulu dikumpulkan.

“Informasi itu nantinya bisa saling mendukung dalam proses atau tahapan penyelidikan ini,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini