Berbeda dengan Dedi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung justru membenarkan laporan Kemenkeu yang mencatat dana DKI mengendap hingga Rp14,6 triliun.
“Itu betul 1000 persen, bukan 100 persen lagi,” kata Pramono di Balai Kota, Selasa, 21 Oktober 2025.
Ia menyebut fenomena itu merupakan pola tahunan, karena pembayaran proyek biasanya melonjak di November dan Desember.
“Setiap akhir tahun memang ada lonjakan besar pembayaran APBD Jakarta,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution membantah data Kemenkeu yang menyebut dana Rp3,1 triliun parkir di bank.
“Saldo kas umum daerah kami di Bank Sumut hanya Rp990 miliar,” ujar Bobby di Medan.
Baca Juga: Heboh kritik Dedi Mulyadi soal Aqua, pakar hidrogeologi: Semakin dalam justru semakin murni
Ia menduga ada kesalahan input data dan memastikan dana tersebut segera diserap untuk pembayaran proyek yang telah selesai.
15 Daerah masuk daftar dana mengendap versi Kemenkeu
Kemenkeu sebelumnya merilis daftar 15 daerah dengan dana mengendap tertinggi di bank dalam rapat Pengendalian Inflasi Daerah, Senin, 20 Oktober 2025.
Purbaya menyebut pemerintah pusat telah menyalurkan anggaran dengan cepat dan menunggu realisasi belanja dari daerah.
“Kami ingin uang itu segera bekerja untuk rakyat,” tegasnya.
Baca Juga: Mahfud MD bongkar dugaan mark up whoosh, KPK: Kami sudah bergerak kumpulkan data
Berikut daftar 15 daerah dengan endapan APBD tertinggi: