news

China siap lanjutkan kerja sama dengan Indonesia dalam proyek Whoosh, klaim bantu perekonomian dan lapangan kerja

Selasa, 21 Oktober 2025 | 15:47 WIB
China turut buka suara soal permasalahan utang di proyek Whoosh (setneg.go.id)

Baca Juga: Iwan Bule dukung Shin Tae-yong kembali latih Timnas, isu Timur Kapadze dan Van Gaal makin menguat

“Ini KCIC di bawah Danantara kan? Kalau di bawah Danantara mereka sudah punya manajemen sendiri,” ucap Purbaya dalam media gathering di Bogor, 10 Oktober 2025.

“(Danantara) sudah punya dividen sendiri yang rata-rata setahun bisa Rp80 triliun atau lebih. Seharusnya mereka manage dari situ, jangan ke kita lagi,” sambungnya.

Skema pembayaran masih dikaji

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, membeberkan dua opsi pembayaran utang Whoosh yang mencapai Rp116 triliun.

“Apakah kemudian kita tambahkan equity (penyertaan modal) sehingga perusahaan ini self sustain karena secara operasional sudah cukup,” kata Dony di Jakarta, 9 Oktober 2025.

Baca Juga: ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Ia juga menyebut opsi lain, yaitu menyerahkan infrastruktur proyek Whoosh menjadi milik pemerintah sebagaimana industri perkeretaapian pada umumnya.

“Dua opsi ini yang coba kita tawarkan,” tuturnya.

Hingga kini, skema final pelunasan utang Whoosh masih dibahas antara pihak Danantara, KCIC, dan pemerintah.***

 

Halaman:

Tags

Terkini