GENMILENIAL.ID – Sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan nasional.
Dengan target 82,9 juta penerima manfaat dan anggaran triliunan rupiah, program ini menuai dukungan sekaligus kritik tajam, terutama setelah muncul kasus keracunan di sejumlah daerah.
Meski banyak pihak mendesak agar program dihentikan, pemerintah justru menegaskan komitmennya untuk melanjutkan MBG dengan fokus pada evaluasi dan perbaikan menyeluruh.
Baca Juga: Radiasi Cs-137 di Cikande: Pemerintah tetapkan zona khusus, 1.562 warga dan pekerja diperiksa
Luhut: Jangan dihentikan, program ini bagus
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menjadi salah satu pejabat yang menolak usulan penghentian MBG.
Ia menilai program ini tetap penting dan bermanfaat, meski belum sempurna dalam pelaksanaan.
“Ya nggak usah dihentikan, kita lihatnya bagus kok, apanya yang dihentikan? Kan memulainya ini yang jadi masalah. Kita kadang-kadang pengin cepat buahnya seperti gigit cabai langsung pedes, ya nggak bisa gitu,” ujar Luhut usai bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di kantor DEN, Jakarta, Jumat 3 Oktober 2025.
Menurutnya, pemerintah perlu terus memperbaiki kekurangan tanpa bersikap pesimis.
“Kita prihatin dengan kejadian keracunan kemarin, tapi proses perbaikan sedang berjalan. Barang baru pasti ada kekurangannya,” tambahnya.
Puan Maharani dorong evaluasi menyeluruh dan payung hukum
Ketua DPR RI Puan Maharani menilai MBG harus dievaluasi secara total, bukan dihentikan.
Menurutnya, program ini krusial bagi peningkatan gizi anak-anak Indonesia, namun perlu pengawasan lebih ketat.