news

Prabowo rampungkan kunjungan kenegaraan: Investasi Rp380 triliun, perjanjian dagang Kanada, hingga artefak pulang ke RI

Minggu, 28 September 2025 | 04:56 WIB
Presiden Prabowo telah menyelesaikan sejumlah kunjungan negara dalam sepekan terakhir (Instagram/presidenrepublikindonesia)

GENMILENIAL.ID – Presiden Prabowo Subianto merampungkan rangkaian kunjungan kenegaraan selama sepekan ke Jepang, Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Belanda.

Lawatan yang berlangsung sejak 19 September hingga 26 September 2025 itu disebut menghasilkan capaian penting di bidang investasi, perdagangan, politik, hingga kebudayaan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan kunjungan keempat negara tersebut berjalan lancar dan membawa hasil konkret.

“Semua berjalan dengan baik dan menghasilkan capaian penting bagi Indonesia,” ujarnya pada Sabtu, 27 September 2025.

Baca Juga: Keracunan MBG sentuh 5.914 korban, Prabowo turun tangan evaluasi dan ingatkan: Jangan dipolitisasi!

Di Jepang, Prabowo menghadiri Expo Osaka 2025 sekaligus mencatat komitmen investasi senilai 23,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp380 triliun.

Di Amerika Serikat, Prabowo tampil perdana di Sidang Majelis Umum ke-80 PBB, menyampaikan pidato yang mendapat sambutan positif dari para pemimpin dunia.

Selain itu, ia juga bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino yang menegaskan dukungan pengembangan akademi sepak bola muda Indonesia.

Kunjungan ke Kanada menghasilkan penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif.

Baca Juga: Jonatan Christie tantang Anders Antonsen di final Korea Open 2025, mampukah Jojo kunci gelar?

Perjanjian itu akan menghapus 90,5 persen tarif barang Indonesia sehingga membuka peluang besar bagi ekspor nasional.

Sementara di Belanda, Prabowo diterima Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima.

Pertemuan bilateral menghasilkan kesepakatan pengembalian sekitar 30.000 benda bersejarah asal Indonesia, termasuk artefak Jawa, fosil, dan dokumen penting.

Dengan capaian itu, lawatan kenegaraan Prabowo Subianto bukan hanya memperkuat posisi diplomasi Indonesia, tetapi juga memberi dampak langsung pada investasi, perdagangan, dan pelestarian sejarah bangsa.***

Halaman:

Tags

Terkini