Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu menyiapkan fasilitas medis dan logistik untuk mengantisipasi lonjakan korban bila kasus serupa kembali terjadi.
“Koordinasi sudah baik, tetapi setiap wilayah harus siap. Mulai obat-obatan, tempat mandi, hingga ruang perawatan harus ditambah,” ujar Dadan di posko penanganan keracunan MBG, Cipongkor, Bandung Barat.
Evaluasi total, program tetap jalan
Meski kritik publik makin tajam, Dadan menegaskan program MBG tidak akan dihentikan.
Pemerintah memilih fokus pada evaluasi total, termasuk memperketat pengawasan dapur MBG, memperbaiki standar kesehatan, dan menelusuri penyebab utama keracunan massal.
“Komitmen kami jelas: mengusut penyebab, memperbaiki sistem manajemen, dan memastikan kasus serupa tidak terulang,” kata Dadan.
Kini, di tengah air mata Nanik dan janji evaluasi BGN, publik masih menunggu bukti nyata, apakah program yang digadang-gadang sebagai solusi gizi anak bangsa ini bisa kembali dipercaya, atau justru terus menjadi bayang-bayang krisis di ruang kelas sekolah Indonesia.***