Tim ini beranggotakan ahli kimia, farmasi, dan tenaga kesehatan.
“Kami bentuk tim sebagai second opinion. Sebelum hasil BPOM keluar, BGN sudah bisa mengidentifikasi penyebab anak-anak sakit,” ungkap Nanik.
Simpan sampel makanan
BGN juga mewajibkan setiap dapur menyimpan sampel makanan selama dua hari di freezer. Langkah ini untuk memudahkan uji laboratorium jika terjadi insiden keracunan.
“Setiap makanan yang dibagikan harus disisihkan sebagai sampel. Kalau ada insiden, sampel itu langsung bisa kami cek di laboratorium,” pungkas Nanik.
Langkah tegas ini diharapkan mampu meredam gelombang kasus keracunan massal sekaligus mengembalikan kepercayaan publik pada program MBG yang sejatinya bertujuan memperbaiki gizi anak bangsa.***