Menurut Cak Imin, kekuatan pidato Prabowo terletak pada kejelasan pesan dan pilihan isu yang relevan.
Bahkan, ia menilai gaya itu terinspirasi oleh Nelson Mandela, terutama dalam menekankan pentingnya rekonsiliasi.
Baca Juga: Perumda Tirta Rangga Subang mantapkan peran strategis: Siap pasok air untuk VinFast
“Kalau mau Israel diakui Indonesia, akui dulu Palestina. Itu solusinya,” tukasnya.
Sorotan dunia, kebanggaan nasional
Pidato berapi-api Prabowo di PBB kini dinilai bukan hanya momen diplomasi biasa, melainkan penegasan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten memperjuangkan keadilan global.
Dari tepuk tangan delegasi dunia hingga air mata haru di dalam negeri, pidato ini menandai langkah penting Prabowo menempatkan Indonesia di panggung dunia, dengan gaya yang tak jarang dibandingkan dengan Bung Karno dan Nelson Mandela.***