“Memperhatikan ucapan dan tekadnya selama dua hari ini bisa jadi (Insya Allah) dia yang akan menyelamatkan ekonomi kita yang terus terpuruk. Kita kaya tapi miskin. Kita kasih dia kesempatan bekerja. Waktu akan membuktikan apakah Presiden memilih orang yang benar atau sebaliknya. Ini opini saya, bisa saja salah,” pungkasnya.
Sebelumnya, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi damai di depan DPR RI pada 9 September 2025 untuk menuntut Purbaya mundur.
Mereka menilai pernyataan Menkeu soal 17 plus 8 Tuntutan Rakyat yang dianggap hanya mewakili sebagian kecil rakyat Indonesia mencerminkan ketidakpekaan terhadap aspirasi masyarakat.***