“Memperhatikan ucapan dan tekadnya selama dua hari ini bisa jadi (Insya Allah) dia yang akan menyelamatkan ekonomi kita yang terus terpuruk. Kita kaya tapi miskin. Kita kasih dia kesempatan bekerja. Waktu akan membuktikan apakah Presiden memilih orang yang benar atau sebaliknya. Ini opini saya, bisa saja salah,” pungkasnya.
Sebelumnya, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi damai di depan DPR RI pada 9 September 2025 untuk menuntut Purbaya mundur.
Mereka menilai pernyataan Menkeu soal 17 plus 8 Tuntutan Rakyat yang dianggap hanya mewakili sebagian kecil rakyat Indonesia mencerminkan ketidakpekaan terhadap aspirasi masyarakat.***
Artikel Terkait
Jejak karier Purbaya Yudhi Sadewa: Dari migas, pasar modal, hingga kursi Menkeu di era Prabowo
Dari LPS ke Kemenkeu, begini rekam capaian Purbaya Yudhi Sadewa di Triwulan I 2025
Tanggapi isu 17 plus 8, Menkeu: Demo akan hilang jika ekonomi tumbuh cepat
Menkeu Purbaya klaim ekonomi Indonesia aman, singgung narasi 'Indonesia suram' di medsos
Sri Mulyani undur diri dari Menkeu, ucapkan terima kasih dan pesan haru untuk Indonesia
Menkeu Purbaya klarifikasi soal tuntutan 17 plus 8, minta maaf dan janji perbaiki komunikasi publik
Komisi III DPR ingatkan TNI: Supremasi sipil dan hak demokrasi harus dihormati