GENMILENIAL.ID – Presiden Prabowo Subianto resmi mendirikan Badan Industri Mineral pada Senin, 25 Agustus 2025, di Istana Negara, Jakarta.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo melantik Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Brian Yuliarto, sebagai Kepala Badan Industri Mineral.
Badan baru ini bersifat independen dan tidak berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipimpin Menteri Bahlil Lahadalia.
Baca Juga: Ada TNI saat pengamanan demo 25 Agustus di DPR, Polri tegaskan sesuai SOP
Bahlil menjelaskan, perbedaan tugas antara Kementerian ESDM dan Badan Industri Mineral cukup jelas.
Badan Industri Mineral akan fokus pada riset dan penelitian industri terkait mineral strategis, termasuk logam tanah jarang (LTJ) yang harganya tinggi.
“Badan Industri Mineral ini akan fokus pada penelitian industri untuk ciptakan nilai tambah. Produk akhirnya akan ditentukan di sini,” ujar Bahlil di Istana Negara.
Sementara itu, Kementerian ESDM tetap fokus pada penyediaan bahan baku mineral dari sektor hulu.
Baca Juga: Rangkaian gempa RI pada 20–21 Agustus, BMKG catat 15 wilayah terdampak
“Kita siapkan bahan bakunya saja, produk akhirnya nanti di Badan Industri Mineral yang akan tentukan,” tambahnya.
Bahlil juga menegaskan pengelolaan logam tanah jarang sepenuhnya akan dilakukan pemerintah, sehingga swasta tidak lagi memiliki akses izin untuk mengelolanya.
“Nanti ada tata kelola sendiri dan kita tunggu saja aturannya,” pungkasnya.***