news

Pemilik KMP Tunu minta maaf atas tragedi tenggelamnya Kapal di Selat Bali, janji evaluasi keamanan

Kamis, 10 Juli 2025 | 02:11 WIB
Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya yang mengalami insiden tenggelam di Selat Bali (Dok. Polda Jatim)

GENMILENIAL.ID – PT Raputra Jaya, pemilik Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya, akhirnya angkat bicara terkait insiden tenggelamnya kapal yang menelan korban jiwa di Selat Bali.

Dalam konferensi pers yang digelar di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Sabtu, 5 Juli 2025, perusahaan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan menyatakan siap melakukan evaluasi menyeluruh.

Perwakilan perusahaan, Ulumudin, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang sejauh ini mengakibatkan 6 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya masih hilang.

Baca Juga: Polisi periksa 'Mas Pelayaran' dan kejar pelaku perusakan mobil patroli di Sleman

“Pertama dan utama kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas kejadian ini. Kami sangat berduka atas musibah yang menimbulkan korban jiwa,” ujar Ulumudin kepada media.

Ia menegaskan, keselamatan penumpang merupakan tanggung jawab utama operator pelayaran.

Insiden tenggelamnya kapal, menurutnya, menjadi pelajaran besar bagi perusahaan untuk memperbaiki sistem dan standar keamanan.

“Sebagai operator pelayaran, kami menyadari sepenuhnya bahwa keselamatan dan keamanan penumpang adalah tanggung jawab utama kami,” imbuhnya.

Baca Juga: Dosen di Bandung dilaporkan suami karena dugaan perselingkuhan, saling lapor hingga tudingan KDRT

Meski begitu, Ulumudin belum dapat memberikan penjelasan rinci terkait penyebab pasti kapal tenggelam maupun ketidaksesuaian antara jumlah manifes dengan jumlah korban.

“Saya belum bisa menjelaskan saat ini. Kami menunggu hasil investigasi dari pihak berwenang,” jelasnya singkat.

Diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Kamis dini hari, 4 Juli 2025, saat berlayar dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali menuju Ketapang, Banyuwangi.

Kapal diduga mengalami kebocoran di ruang mesin yang menyebabkan kapal terbalik.

Baca Juga: CERPEN: Opera absurd

Halaman:

Tags

Terkini