Kemenhub: KMP Tunu Pratama Jaya alami distress sebelum tenggelam di Selat Bali

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 8 Juli 2025 | 02:52 WIB
Ilustrasi perairan di wilayah Selat Bali (Unsplash.com/Maximus Beaumont)
Ilustrasi perairan di wilayah Selat Bali (Unsplash.com/Maximus Beaumont)

GENMILENIAL.ID– Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang terjadi di perairan Selat Bali pada Rabu malam, 2 Juli 2025.

Kapal yang mengangkut 53 penumpang, 12 kru, serta 22 kendaraan itu berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, sebelum mengalami kondisi darurat di tengah pelayaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud menjelaskan, kapal mulai mengalami distress atau tanda bahaya pada pukul 23.20 WIB.

Baca Juga: Bukan Mulan Jameela, Tata Janeeta bagikan momen gemas soal persahabatannya dengan Maia Estianty

Sekitar 15 menit kemudian, tepat pukul 23.35 WIB, kapal dinyatakan tenggelam.

"Hasil laporan dari petugas di lapangan menyebut sebelum tenggelam kapal mengalami masalah kondisi distress pada pukul 23.20 WIB dan tenggelam sekitar pukul 23.35 WIB," ujar Masyhud di Jakarta, Kamis, 3 Juli 2025.

Hingga pukul 10.00 waktu setempat, Kemenhub mencatat sebanyak 31 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara empat orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Para korban selamat telah dibawa ke Gilimanuk untuk mendapatkan perawatan medis dan pendataan lebih lanjut.

Baca Juga: Selain jalur diplomasi, DPR minta pemerintah pertimbangkan opsi militer untuk bebaskan selebgram WNI di Myanmar

Kondisi cuaca menjadi tantangan besar dalam proses evakuasi. Gelombang laut tercatat mencapai 2 hingga 2,5 meter, disertai angin kencang dan arus laut yang kuat.

“Cuaca di lapangan cukup ekstrem sehingga menyulitkan proses pencarian dan penyelamatan,” tambah Masyhud.

Proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, syahbandar, KPLP, ASDP, dan sejumlah instansi lainnya di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan setempat.

“Kami memastikan operasi SAR terus berjalan dengan dukungan berbagai instansi dan armada laut. Proses pencarian penumpang yang belum ditemukan masih berlangsung,” tutup Masyhud.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X