Isfahan yang menjadi target serangan langsung AS, dilaporkan mengalami kerusakan signifikan di kompleks nuklirnya.
Baca Juga: ESAI: Satu Suro, ketika semesta berbisik dan energi mengamini
Komitmen damai di tengah ancaman
Meski membenarkan serangan militer, Washington menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka pintu diplomasi.
“Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mengejar kesepakatan dengan pemerintah Iran,” tulis Dorothy Shea dalam surat tersebut.
Namun hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait surat tersebut.
Iran sebelumnya telah menyatakan bahwa mereka tidak akan melanjutkan pembicaraan nuklir dengan AS, menuding Washington bersikap munafik dan berbahaya bagi stabilitas kawasan.***