Baca Juga: ESAI: Rekrutmen dan realitas: Ironi pasar kerja di Indonesia
Asep pun mengatakan bahwa saat ini, dunia pendidikan telah mengalami banyak perubahan, guru bukan lagi tempat utama untuk mengajarkan ilmu tapi tempat berbagi atau sharing dengan anak.
“Kalau sekarang kita sharing dengan anak atau menjadi fasilitator, dengan adanya perhatian dari pemerintah kita bisa terus bergerak agar komunitas ini tidak bergerak sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu. Ketua PGRI Subang, Aef Saefudin yang turut hadir sebagai pembicara pada kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Subang yang sudah menggelar kegiatan santunan bagi puluhan anak yatim di Subang.
“Saya atas nama PGRI Kabupaten Subang memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada komunitas guru penggerak yang ada di Kabupaten Subang,” kata Aef.
Baca Juga: FKUB Subang: Penista agama berlindung dibalik aliran kepercayaan
Senada dengan Aef, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Nunung Suryani juga mengatakan bahwa bulan Ramadan merupakan momen yang tepat untuk bisa berbagi dengan sesama terlebih bagi mereka yang membutuhkan.
“Mudah-mudahan niat baik kita, di acara yang sangat mulia ini dicatat sebagai ladang amal ibadah kita dibulan suci Ramadan,” ucap Nunung.
“Ini sudah hari ke 21, sepuluh hari terakhir tentunya sangat luar biasa ketika mengadakan kegiatan kepedulian terhadap sesama anak-anak yatim yang berada dilingkungan kita,” tambahnya.***