news

3 Fakta terkini kasus penipuan investasi bodong lewat dating apps, salah satunya pakai foto profil yang bisa tarik perhatian korban

Rabu, 29 Januari 2025 | 02:55 WIB
Keterangan polisi terkait penipuan lewat aplikasi kencan online di Jakarta, pada Selasa, 28 Januari 2025 (Dok. Konferensi Pers Polres Metro Jakarta Pusat)

2. Otak penipuan aplikasi kencan masih diburu polisi

Dalam kesempatan yang sama, Respati mengungkap pihaknya masih memburu satu orang WNA asal China yang diduga sebagai otak penipuan lewat aplikasi kencan.

Baca Juga: Serupa namun tak sama, pedagang es teh dapat pujian dan hadiah Rp100 juta, penjual telur gulung Ini dicibir gegara ‘ngepruk’ harga tinggi

"Bosnya ini inisial AJ masuk DPO (daftar pencarian orang)," kata Respati.

Respati menilai, AJ sebagai sosok yang memerintahkan tersangka tiga tersangka, INB, AKP, dan RW yang bertugas sebagai pemimpin kelompok itu di Indonesia.

"AJ ini merupakan bosnya dan merupakan warga negara asing. Informasinya dari China," tegasnya.

Respati juga mengungkap sebanyak 20 orang tersangka penipuan daring bermodus aplikasi kencan, memiliki rata-rata gaji Rp5-7 juta per bulan secara tunai.

"Mereka (tersangka) digaji. Untuk 'leader' (pimpinan) Rp7 juta, untuk operator Rp5 juta," sebutnya.

Baca Juga: Sejarah perayaan Imlek yang ternyata hanya ada di Indonesia karena terjadinya diskriminasi saat era orde baru

3. Pakai foto orang lain yang dianggap menarik

Respati mengatakan para tersangka baru bekerja kurang lebih selama dua bulan, ada yang menjadi operator hingga leader.

Sementara, tersangka yang bekerja sebagai operator akan bertugas membuat akun pada aplikasi kencan dengan foto profil orang lain yang dianggap menarik.

Para operator ini terus berinteraksi dengan calon korbannya melalui aplikasi kencan, setelah merasa dekat mereka kemudian menawarkan investasi kepada korbannya.

"Sementara untuk 'leader' (pimpinan) mereka menerima korban yang sudah berhasil dibujuk oleh operator untuk investasi," tandasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini