"Yang tiga titik itu, di Jalitri, di Terminal dan Pujasera, tumpukan sampah itu menjadi besar, karena yang 12 titik ditutup oleh kita," kata H. Hidayat.
Menurut H. Hidayat, ia melakukan penutupan tersebut karena selalu berceceran di jalan, kemacetan, kekumuhan yang lebih parah, yang kemudian membuatnya untuk mengkonsentrasikan sampah-sampah tersebut kedalam tiga titik tersebut.
"Ini sifatnya sementara, tidak akan selamanya, jadi kita harus maklum dulu, ini kan ada tingkatan darurat, nanti akan armadanya yang diperbanyak pake alat berat," tuturnya.
Kadis LH juga menyebut, hal itu akan pihaknya realisasikan di 2024, agar Dinas Lingkungan Hidup (LH) yang ia pimpin memiliki armada yang cukup besar yaitu 3 tronton dan satu alat berat.
Artikel Terkait
Kunjungi puluhan nelayan, Mochamad Lukmantias Amin tawarkan soal jaminan ketenagakerjaan dan layanan kesehatan
Abrasi dan banjir tahunan di Mayangan, Kang Lukmantias sebut harus ada mitigasi bencana yang jadi perhatian
Cegah kasus TPPO, AKBP Sumarni minta pihak perusahaan agar miliki data PMI yang habis kontrak
Permasalahan sampah di Subang Kota, Komisi III DPRD minta pihak Dinas LH selesaikan dalam waktu satu minggu
Walau diguyur hujan, ribuan orang padati alun-alun Pagaden, ikuti Kirab Pemuda dan Helaran Seni Budaya Subang
Musyda PDM Muhammadiyah Subang, 198 nama sudah masuk calon formatur
Dihadiri Kadis LH, Ekspos Adiwiyata Provinsi SDN RA Kartini tampilkan seni budaya dan kerajinan barang bekas