• Selasa, 13 Oktober 2026

Kemarau masih mendominasi, BMKG ungkap potensi hujan pada 9–15 Oktober 2026

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 13 Oktober 2026 | 00:31 WIB
Ilustrasi - langit terik saat musim kemarau dengan kondisi cuaca cerah berawan (Magnific)
Ilustrasi - langit terik saat musim kemarau dengan kondisi cuaca cerah berawan (Magnific)

Untuk periode tersebut, potensi hujan lebat hingga sangat lebat perlu diwaspadai di Sumatera Utara, Bengkulu, dan Jawa Barat.

Ancaman angin kencang juga berpotensi terjadi di Aceh, Banten, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Selatan.

El Nino sangat kuat dan IOD positif pengaruhi kondisi kemarau

BMKG menjelaskan, kondisi kering yang masih mendominasi Indonesia dipengaruhi fenomena iklim global, yakni El Nino dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Kombinasi kedua fenomena tersebut cenderung mengurangi pasokan kelembapan dan menghambat pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Baca Juga: 13 Ribu dapur MBG dipersoalkan, Agus Sulistriyono: Telusuri prosesnya, jangan asal loloskan

Kondisi ini turut memengaruhi rendahnya curah hujan di banyak daerah.

Berdasarkan pemantauan curah hujan pada dasarian III September 2026, sebanyak 70,59 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah.

Sementara itu, 27,48 persen wilayah mengalami curah hujan kategori menengah dan hanya 1,93 persen yang tercatat mengalami curah hujan kategori tinggi.

Meski demikian, dominasi kondisi kering tidak berarti seluruh wilayah Indonesia terbebas dari hujan.

Baca Juga: Kang Rona sentil zona nyaman ASN Subang, target dan inovasi jadi kunci pelayanan publik

Dinamika atmosfer regional dan lokal, termasuk aktivitas gelombang atmosfer serta pertemuan dan perlambatan angin, masih dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.

Kondisi tersebut terlihat dari catatan hujan harian pada periode 1–4 Oktober 2026.

BMKG mencatat curah hujan mencapai 91 milimeter per hari di Sumatera Utara, 69 milimeter per hari di Sumatera Barat, 67 milimeter per hari di Aceh, dan 54 milimeter per hari di Jawa Barat.

Data tersebut menunjukkan bahwa hujan dengan intensitas signifikan masih dapat terjadi di tengah kondisi kemarau yang mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X