13 Ribu dapur MBG dipersoalkan, Agus Sulistriyono: Telusuri prosesnya, jangan asal loloskan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 12 Oktober 2026 | 21:10 WIB
CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono menyoroti pentingnya verifikasi akuntabel terhadap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tetap sesuai persyaratan dan mengutamakan keselamatan penerima manfaat (Dok. Promedia)
CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono menyoroti pentingnya verifikasi akuntabel terhadap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tetap sesuai persyaratan dan mengutamakan keselamatan penerima manfaat (Dok. Promedia)

GENMILENIAL.ID – CEO Promedia Group Agus Sulistriyono meminta Badan Gizi Nasional (BGN) tetap menjalankan verifikasi secara akuntabel terhadap dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, protes mitra mengenai kerugian investasi tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk meloloskan dapur yang belum memenuhi persyaratan.

Agus menegaskan, setiap pengajuan dapur harus diperiksa berdasarkan kelayakan, kebutuhan, dan ketentuan yang berlaku.

Jika ditemukan fasilitas yang tidak memenuhi syarat atau jumlah titik layanan yang berlebih, penertiban harus tetap dilakukan.

Baca Juga: Kang Rona sentil zona nyaman ASN Subang, target dan inovasi jadi kunci pelayanan publik

“Jangan karena sudah mengeluarkan uang, pemerintah harus meloloskan semuanya. Kalau tidak memenuhi syarat atau titiknya berlebih, harus berani ditertibkan,” ujar Agus.

Persoalan ini mencuat setelah mitra dapur MBG mempersoalkan penghentian sementara atau belum diaktifkannya ribuan dapur.

Dalam audiensi di DPR pada 1 Oktober 2026, Ketua Umum Asosiasi Mitra BGN Indonesia Syawaludin Aweng mempersoalkan sekitar 13.000 dapur yang disebut belum diaktifkan atau dihentikan sementara.

Angka tersebut merupakan klaim dari pihak mitra. Sementara itu, BGN menjelaskan bahwa aktivasi dapur mempertimbangkan kesiapan, kebutuhan, dan prioritas wilayah.

Baca Juga: Kasus bullying Telkom University, dua mahasiswa dijatuhi sanksi dan korban didampingi

Angka penutupan dapur perlu dibaca sesuai waktu pengumuman

Data yang dikutip dari portal bgn.go.id menunjukkan, hingga 10 Agustus 2026, sebanyak 504 dapur telah ditutup permanen karena dinilai tidak layak secara sanitasi.

Sekitar 3.000 dapur lainnya saat itu masih menjalani pemeriksaan.

Selanjutnya, pada 7 September 2026, BGN mengumumkan penutupan sementara terhadap 1.999 dapur yang belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X