Kronologi kematian siswa SD Pemalang, diduga jadi korban perundungan hingga sempat dirawat di rumah sakit 8 hari

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 7 Oktober 2026 | 02:21 WIB
Barang bukti yang diungkap Polisi dalam kasus dugaan perundungan pada siswa SD di Pemalang, Jawa Tengah (Instagram/polrespemalang)
Barang bukti yang diungkap Polisi dalam kasus dugaan perundungan pada siswa SD di Pemalang, Jawa Tengah (Instagram/polrespemalang)

Polisi kini mendalami keterangan dua siswa kelas 5 dan satu siswa kelas 6 yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

Dugaan itu diperkuat oleh keterangan sejumlah anak yang mengaku melihat kejadian perundungan di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Bukan cuma trofi, gelar FIFA ASEAN Cup jadi pembuktian mental timnas

“Dugaan keterlibatan siswa tersebut diperkuat keterangan sejumlah anak saksi yang mengaku melihat kejadian dugaan perundungan di lingkungan sekolah,” ujar Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M. Faizal Wildan Umar Rela di Mapolres Pemalang pada Senin, 5 Oktober 2026.

Keterangan para saksi menjadi bagian dari pendalaman polisi untuk mengetahui rangkaian kejadian yang dialami korban sebelum meninggal dunia.

Polisi bantah terduga pelaku dibawa ke luar kota

Di tengah proses penyelidikan, beredar sejumlah informasi mengenai latar belakang tiga siswa yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Polisi meluruskan kabar yang menyebut salah satu terduga pelaku merupakan anak anggota Polri. Informasi lain mengenai adanya anak yang dibawa orang tuanya ke luar kota juga dibantah.

Baca Juga: Hampir 1.000 dapur MBG baru disiapkan, BGN fokus sasar wilayah ini

“Dari tiga anak yang didalami, kami memastikan tidak ada yang merupakan anak anggota Polri. Kami juga membantah informasi yang menyebut, salah satu anak dibawa orang tuanya ke luar kota,” kata Wildan.

Polisi menyebut data kartu keluarga yang diterima dari pihak sekolah menunjukkan pekerjaan orang tua atau ayah dari ketiga anak tersebut adalah tenaga medis dan wiraswasta.

Ketiga terduga pelaku masih di Pemalang

Wildan juga memastikan ketiga siswa yang sedang didalami dalam kasus tersebut masih berada di wilayah Pemalang.

“Kedua anak yang terlibat dan satu anak lainnya tidak ada yang ke luar kota, ketiganya berada di Pemalang sampai dengan saat ini,” pungkas Wildan.

Baca Juga: Kang Rey dan upaya menghadirkan hunian layak bagi warga Subang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X