Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok mencatat adanya warga yang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Data sementara per Selasa, 22 September 2026, terdapat empat warga yang mengalami luka.
Kepala BPBD Kabupaten Solok, Khairul, menyampaikan tiga korban menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban dirujuk ke SPH Padang.
Baca Juga: RUU Reforma Agraria disepakati DPR dan pemerintah, konflik tanah hingga redistribusi jadi sorotan
“Data sementara ada empat orang yang mengalami luka-luka. Tiga dirawat di RSUD Arosuka dan satu dirujuk ke SPH Padang,” ujar Khairul dalam keterangannya pada Selasa, 22 September 2026.
Selain korban luka, BPBD Kabupaten Solok mencatat sembilan kepala keluarga atau sebanyak 32 jiwa harus mengungsi akibat banjir bandang tersebut.
“Pengungsian ditempatkan di dua lokasi yang disiapkan pemerintah daerah untuk penanganan warga terdampak bencana,” lanjutnya.
Banjir bandang juga menyebabkan dua akses jalan dan satu jembatan terputus akibat banjir yang disertai material longsor.
Baca Juga: Kapolres Subang ingatkan pelajar soal 2 bahaya: Narkoba dan pelanggaran lalu lintas
Hingga Selasa, 22 September 2026, proses penyisiran masih dilakukan untuk mendukung proses evakuasi.
Warga juga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.***
Artikel Terkait
Dua bulan berlalu, warga Pidie Jaya Aceh ungkap bertahan lapar dan haus selama banjir bandang
Warga ungkap detik-detik banjir bandang terjang Desa Penakir Pemalang, dengarkan gemuruh sebelum air hantam permukiman
H-20 Ramadan, korban banjir bandang di Aceh cemaskan tradisi berbagi kanji rumbi terancam terputus
Sempat viral di medsos, cerita warga Aceh Tamiang bertahan di SPBU saat banjir bandang: Enam hari tanpa makan
Cinta Laura temui korban banjir bandang di Aceh, puji keteguhan anak-anak yang belajar di tenda tanpa listrik
Identitas 2 korban tewas usai banjir bandang di Bone terungkap, bocah 5 tahun dan lansia 80 tahun
Detik-detik banjir bandang terjang 5 desa di Gorontalo, ratusan rumah hingga kios warga rusak berat