Noorani juga mengakui bahwa keputusan melakukan panggilan video ketika Moreno sedang mengikuti rapat bukan keputusan yang tepat.
“Mungkin keputusan yang diambil saat itu bukan keputusan yang tepat. Sebagai orang tua, kami mohon maaf. Semoga kami bisa jadi orang tua yang lebih baik lagi,” katanya.
Moreno jelaskan kronologi video call
Moreno kemudian menjelaskan kronologi momen yang terekam dalam video tersebut. Ia mengatakan panggilan diterimanya setelah selesai menyampaikan pembicaraan dalam rapat.
Saat menerima telepon, Moreno mengaku ingin memberi tahu anaknya bahwa dirinya masih berada di tengah rapat dan akan kembali menghubungi setelah agenda tersebut selesai.
“Pada saat itu, saya selesai berbicara dan langsung mendapat telepon. Saya ingin menjelaskan ke anak saya, si Nuha, bahwa ‘Papi ini lagi dalam pertengahan rapat, nanti setelah selesai Papi akan telepon’,” jelas Moreno.
Ia mengatakan sempat bercanda dengan anaknya dalam percakapan tersebut.
Moreno menyebut gestur menjulurkan lidah yang terlihat dalam video terjadi secara spontan ketika dirinya berinteraksi dengan sang anak.
“Jadi, saya menghibur pada saat itu, saya sempat bercanda, mungkin lidah saya mengeluarkan dari mulut saya itu sambil mengajak bercanda si Nuha,” ujarnya.
Baca Juga: Viral kasus aniaya balita 2 tahun oleh pengasuhnya di Palembang, kini pelaku dibekuk polisi
“Gestur tersebut terjadi spontan dalam percakapan kami sebagai ayah dan anak,” lanjut Moreno.
Video tersebut sebelumnya beredar di media sosial dan memperlihatkan Moreno melakukan panggilan video ketika RDP Komisi XII DPR RI berlangsung pada Selasa, 15 September 2026.
Moreno tegaskan tak bermaksud melecehkan rapat DPR
Artikel Terkait
Sisi lain momen Melly Goeslaw nyanyi sebait lagu saat rapat DPR bersama guru, ini geliat Prabowo bangun kesejahteraan para pendidik
Jaksa Kejari Batam akui keliru tuntut pidana mati ABK Sea Dragon, minta maaf di rapat DPR
Anggota DPR Harris Turino dorong RUU Perampasan Aset juga sasar kejahatan perbankan lainnya
DPR RI perkuat sinergi dengan kepala desa, aspirasi desa disalurkan ke pusat
Ibu kerja serabutan, ayah telah tiada, pelajar MAN 1 Pasuruan justru tembus parlemen remaja DPR RI
Viral kasus aniaya balita 2 tahun oleh pengasuhnya di Palembang, kini pelaku dibekuk polisi
Sempat viral di medsos, polisi bekuk pria yang terekam nendang wanita sampai tersungkur di Senayan City