Suwarno mengatakan kegempaan masih terjadi di kawasan Gunung Anak Krakatau. Bahkan, tremor menerus atau microtremor masih terekam.
“Kalau kegempaan masih terjadi, tercatat tadi malam tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 0,5-6 mm, dominan 2 mm,” ungkap Suwarno.
Berdasarkan kondisi tersebut, status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat juga diminta tetap memperhatikan informasi resmi dari pihak berwenang dan tidak mendekati kawasan gunung api tersebut dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Imbauan tersebut disampaikan karena kondisi Gunung Anak Krakatau yang terlihat lebih tenang setelah erupsi tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh aktivitas vulkaniknya telah berakhir.
“Kami mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang dan tidak menjadikan kondisi gunung yang terlihat tenang sebagai tanda bahwa seluruh aktivitas vulkanik telah berakhir,” tandas Suwarno.
Fenomena 'telur ceplok' di kawah Gunung Anak Krakatau pun menjadi gambaran lain dari kondisi gunung api tersebut setelah erupsi.
Di balik tampilannya yang menarik perhatian, genangan tersebut menurut penjelasan Kepala Pos Pantau merupakan air yang terkontaminasi gas belerang serta material pada lapisan dinding kawah.***
Artikel Terkait
BGN tak membantah MBG sempat disalurkan saat sekolah libur dampak karhutla: Dapur sudah persiapan, harus dimasak dan diambil
Saat Upin dan Ipin ikut bersuara soal dampak asap karhutla yang merebak dari Kalimantan-Sumatera
Karhutla di Gunung Awu Sangihe, diduga berawal dari kompor portabel milik guide pendaki yang dipakai masak mi
Viral helikopter raksasa milik Jepang diterjunkan ke Kalbar, diklaim untuk bantu padamkan karhutla
Momen haru relawan di Kalbar, saksikan hujan turun usai berjuang melawan amukan karhutla
Sorotan khusus: Kalimantan dilanda karhutla, truk kayu gelondongan dilaporkan masih berkeliaran
Amukan karhutla terjang Gunung Buthak-Kawinajang di Jatim, 1.000 hektare hangus terbakar