Untuk mengetahui penyebab munculnya gejala pada para siswa dan guru, sampel makanan yang dikonsumsi serta muntahan para korban diperiksa di laboratorium milik Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Luki Pratugas Narimo mengatakan, penyebab pasti kejadian tersebut masih belum dapat dipastikan karena proses penyelidikan masih berlangsung.
“Ini masih dugaan keracunan MBG makanan yang kemarin. Tim kami masih melakukan penyelidikan epidemiologis, jadi kami belum bisa memastikan penyebab pastinya seperti apa,” ujar Luki kepada awak media pada Rabu, 9 September 2026.
Menurut Luki, penanganan terhadap para korban menjadi prioritas dalam kondisi tersebut.
“Sekarang yang terpenting dilakukan adalah melakukan evaluasi para korban dengan gejala keracunan dan perawatan agar cepat membaik,” imbuhnya.
Sementara itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 yang mendistribusikan makanan MBG kepada sekolah-sekolah tersebut untuk sementara ditutup operasionalnya.***
Artikel Terkait
Dirawat di 3 rumah sakit, 136 siswa SMP di Makale Tana Toraja diduga keracunan MBG
Kepala SMAN 1 Lasem Rembang ceritakan situasi genting saat ratusan siswa diare diduga imbas MBG basi
BGN tak membantah MBG sempat disalurkan saat sekolah libur dampak karhutla: Dapur sudah persiapan, harus dimasak dan diambil
Viral cerita supplier yang digaet dapur MBG: Dari permintaan bahan baku tak penuhi standar hingga permainan harga
RDP dugaan keracunan MBG di DPRD Karo memanas, orang tua siswa tuntut tanggung jawab SPPG
Kasus keracunan MBG terus berulang, Mahfud MD desak BGN tegas proses pidana SPPG biang masalah
Diduga keracunan menu MBG basi, 137 siswa-guru SMAN 1 Tunjungan di Blora alami diare massal