Aksi berlangsung setelah upacara bendera pada Senin, 7 September 2026.
Dalam video yang beredar, para siswa terlihat meneriaki AT dan mengejarnya hingga ke gerbang sekolah ketika guru tersebut diduga hendak meninggalkan lokasi.
Selain video aksi siswa, beredar pula selebaran bertuliskan 'Waspada! Guru Cabul’ yang memuat foto AT.
Baca Juga: Dramatis! Masinis KRL di Tanah Abang berhasil tarik rem darurat usai lihat pria lompat ke rel
Selebaran tersebut juga menyertakan dugaan percakapan antara AT dengan korban serta tulisan kronologi yang diduga dibuat oleh korban.
Dalam percakapan yang beredar, terdapat sejumlah pesan permintaan maaf dari pihak yang diduga sebagai pelaku dan permintaan agar persoalan tersebut tidak disampaikan kepada orang lain.
“Ayah lebih senang seperti itu, tidak usah ngomong sama orang lain, kita coba selesaikan bersama,” tulis dalam pesan chat viral tersebut.
Sementara itu, kronologi yang beredar memuat pengakuan terduga korban mengenai awal kejadian. Korban disebut bermula dipanggil ke ruang guru untuk bertemu dengan AT.
Namun, setelah terlalu lama menunggu, korban disebut mengantuk dan kemudian tertidur dalam posisi duduk sambil menelungkup di atas meja.
Dalam kronologi tersebut, korban mengaku kemudian merasakan AT menyentuh tubuhnya hingga ke bagian sensitif. Korban disebut sempat tidak berkutik sebelum akhirnya dapat keluar dari ruang guru.
Adapun mengenai kondisi korban, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyatakan akan memberikan pendampingan psikologis sebagai bagian dari upaya pemulihan mental korban.***
Artikel Terkait
Sempat dibantah, Bareskrim tetapkan Syekh Ahmad Al Misry tersangka dugaan pelecehan 5 santri
Usai viral dijuluki 'Sang Predator', tersangka kasus pelecehan di Ponpes Pati ternyata sempat dilaporkan ke PPA pada 2024
Viral dugaan pelecehan dosen UNU Blitar, 15 mahasiswi jadi korban, pelaku dinonaktifkan sementara
7 Dosen UPN Veteran Yogyakarta diperiksa usai dugaan pelecehan, kampus pastikan hak mahasiswa tetap terpenuhi
Dugaan pelecehan hingga pesan chat oknum guru yang tersebar, viral siswa SMAN 1 Solok Selatan bawa banner ‘stop penyimpangan’
Kasus dugaan pelecehan di SMAN 1 Pamanukan: Kronologi hingga chat oknum guru yang sebut dirinya ‘Ayah’ tersebar
Dugaan pelecehan di SMAN 1 Pamanukan: Oknum guru dinonaktifkan dari jabatan Wakasek hingga dilarang mengajar