"Batasi aktivitas kita di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, dan dapat menggunakan masker apabila beraktivitas di luar ruangan," jelas Hendarman.
"Dimohon kepada masyarakat tetap waspada, jaga kesehatan untuk melindungi diri kita masing-masing," sambungnya.
Imbauan tersebut ditujukan kepada masyarakat di wilayah yang terdampak hujan abu vulkanik. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang disampaikan BPBD bagi warga yang tetap harus melakukan aktivitas di luar rumah.
Anak Krakatau berada pada Level Siaga
Hingga saat ini, hujan abu vulkanik dilaporkan telah mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WIB dengan kondisi cukup tebal dan disertai gempa kecil yang terjadi berulang.
Untuk sementara, belum ada laporan korban jiwa maupun kerugian material di lokasi.
Di sisi lain, Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, serta mengikuti perkembangan informasi melalui sumber resmi pemerintah dan lembaga berwenang.***
Artikel Terkait
Gunung Marapi erupsi, kolom abu capai 1.600 meter dan warga diminta jauhi radius 3 km
IFG Labuan Bajo Marathon 2025 resmi ditunda, erupsi Lewotobi jadi alasan utama
Hidup di bawah ancaman erupsi Semeru, warga Lumajang curhat ketakutan hingga usul gunung dipindahkan
Erupsi Gunung Dukono telan korban, 3 pendaki meninggal dan 3 lainnya masih hilang
Pemandu wisata ungkap kronologi erupsi Gunung Dukono, sempat curiga ada sumbatan kawah
Gunung Anak Krakatau dilaporkan alami erupsi, warga cemaskan adanya dentuman berulang
Warga Bandung riuh mencari sumber dentuman misterius, ada hubungannya dengan erupsi Anak Krakatau?