3 Kecamatan Tanggamus terdampak
Dalam peristiwa ini, hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan juga melanda 3 kecamatan di Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau dilaporkan alami erupsi, warga cemaskan adanya dentuman berulang
3 kecamatan tersebut, yakni Pematang Sawa, Kelumbayan, dan Cukuh Balak, sejak Sabtu, 5 September 2026 pagi.
Abu vulkanik dilaporkan telah mencapai permukiman warga di wilayah terdampak.
Material abu juga disebut mengotori sejumlah fasilitas, mulai dari rumah warga hingga sekolah dan tempat ibadah.
Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi di sejumlah wilayah terdampak.
"Masyarakat kami imbau tetap waspada dan mempercayai informasi yang berasal dari sumber resmi, yaitu BPBD Kabupaten Tanggamus, BMKG dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus,” kata Hendarman dalam keterangannya pada hari yang sama.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul hujan abu vulkanik yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Tanggamus.
BPBD meminta warga mengikuti perkembangan informasi dari lembaga resmi.
Diminta batasi aktivitas luar ruangan
Hendarman juga meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak.
Baca Juga: Kebakaran merembet hingga jalur pendakian, wisata Kawah Ijen ditutup total
Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
Artikel Terkait
Gunung Marapi erupsi, kolom abu capai 1.600 meter dan warga diminta jauhi radius 3 km
IFG Labuan Bajo Marathon 2025 resmi ditunda, erupsi Lewotobi jadi alasan utama
Hidup di bawah ancaman erupsi Semeru, warga Lumajang curhat ketakutan hingga usul gunung dipindahkan
Erupsi Gunung Dukono telan korban, 3 pendaki meninggal dan 3 lainnya masih hilang
Pemandu wisata ungkap kronologi erupsi Gunung Dukono, sempat curiga ada sumbatan kawah
Gunung Anak Krakatau dilaporkan alami erupsi, warga cemaskan adanya dentuman berulang
Warga Bandung riuh mencari sumber dentuman misterius, ada hubungannya dengan erupsi Anak Krakatau?