Aktivitas serupa kembali menjadi perhatian pada 22 Desember 2018. Ketika itu, longsoran sebagian tubuh Gunung Anak Krakatau memicu tsunami di kawasan Selat Sunda.
Setelah peristiwa tersebut, Gunung Anak Krakatau terus mengalami serangkaian erupsi berskala rendah sebagai bagian dari fase pertumbuhan kembali tubuh gunung hingga 16 Desember 2023.
Status Anak Krakatau kini Level III
Setelah sempat mengalami jeda erupsi cukup lama, aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat pada 2 Juli 2026.
Sejak saat itu, status aktivitas gunung api tersebut ditetapkan pada Level III atau Siaga.
“Sejak 2 Juli 2026, status aktivitas Gunungapi Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga),” terang Lana.
“Seri erupsi tipe Strombolian yang menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik terus berlangsung hingga tanggal 5 September 2026,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi dahsyat, kolom abu capai 19 ribu meter
Gunung Marapi erupsi, kolom abu capai 1.600 meter dan warga diminta jauhi radius 3 km
IFG Labuan Bajo Marathon 2025 resmi ditunda, erupsi Lewotobi jadi alasan utama
Hidup di bawah ancaman erupsi Semeru, warga Lumajang curhat ketakutan hingga usul gunung dipindahkan
Erupsi Gunung Dukono telan korban, 3 pendaki meninggal dan 3 lainnya masih hilang
Pemandu wisata ungkap kronologi erupsi Gunung Dukono, sempat curiga ada sumbatan kawah
Gunung Anak Krakatau dilaporkan alami erupsi, warga cemaskan adanya dentuman berulang