Ismail menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui identitas pria tersebut serta perannya dalam kejadian.
“Anggota atau apa, belum bisa memastikan karena masih proses penyelidikan,” ungkap Ismail.
Untuk mengungkap kejadian tersebut, polisi telah melakukan sejumlah langkah penyelidikan, termasuk mengamankan rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar toko ritel.
Rekaman CCTV tersebut menjadi salah satu alat yang diperiksa penyidik untuk mengetahui kronologi perkelahian hingga kondisi yang menyebabkan kedua pihak harus mendapatkan perawatan.
“Kami sudah melakukan pengecekan CCTV dan hasilnya belum bisa disimpulkan. Saat ini masih penyelidikan dengan mengumpulkan alat bukti,” tukasnya.
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk memastikan rangkaian kejadian sebenarnya, termasuk dugaan penggunaan senjata tajam, dugaan penembakan, serta identitas pria yang terlibat dalam perkelahian dengan D.***
Artikel Terkait
5 Alasan Pengadilan Militer membebaskan 3 oknum TNI AL pelaku penembakan bos rental tidak perlu membayar ganti rugi pada keluarga korban
LPSK ingin Pengadilan Militer bedakan restitusi dan santunan pada kasus penembakan bos rental mobil oleh 3 oknum TNI AL
Anak bos rental legowo tuntutan restitusi ditolak Pengadilan Militer, mengaku hanya ingin memberatkan hukuman pelaku penembakan
Merespon hasil Pengadilan Militer yang bebaskan restitusi 3 oknum TNI AL penembakan bos rental, LPSK minta kondisi terdakwa tak dijadikan pertimbangan
Penembakan maut di villa mewah Bali: WNA Australia tewas, polisi buru dua pelaku bersenjata
Autopsi jenazah diplomat RI korban penembakan di Peru rampung, Kemlu pastikan segera dipulangkan
Penembakan saat gala di Gedung Putih, Donald Trump dievakuasi dan tamu berhamburan