Dugaan keracunan MBG di Berastagi: 269 Siswa dirawat, paling banyak dari SMAN 1 Berastagi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Kasus ratusan siswa SMA dan SMK di Berastagi, Kabupaten Karo diduga alami keracunan setelah menyantap MBG (Threads/zumaahmad)
Kasus ratusan siswa SMA dan SMK di Berastagi, Kabupaten Karo diduga alami keracunan setelah menyantap MBG (Threads/zumaahmad)

Baca Juga: Polisi tetapkan 4 tersangka kasus challenge hafalan ayat Al-Quran berhadiah miras, libatkan MUI dan Kemenag dalam penyidikan

BGN langsung suspen dapur MBG

Kasus dugaan keracunan tersebut mendapat perhatian Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya akan melakukan investigasi terhadap dapur yang menyiapkan makanan MBG.

BGN juga menyatakan langkah penghentian sementara operasional dapur atau suspensi akan dilakukan ketika ditemukan kasus keracunan yang berkaitan dengan program tersebut.

“Pokoknya kita cek, dapur kita suspen, kemudian Kepala SPPG-nya kita copot,” ujar Sudaryono kepada wartawan di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurut Sudaryono, pemeriksaan juga akan mencakup ketentuan mengenai label pada ompreng atau wadah makanan, termasuk waktu makanan tersebut harus dikonsumsi.

Baca Juga: Tak hanya MC penantang hafalan Al-Quran, vokalis RoBoKop juga disorot buntut foto 'gaya takbir' di Sounds Project

“Nanti aku cek, apakah dia sudah ada labelnya atau belum, apa segala macam akan kita cek, kita investigasi. Tapi yang jelas semua keracunan itu kita langsung suspensi dapurnya, kita copot kepala SPPG-nya, kita investigasi,” katanya.

Kepala SPPG terancam dicopot hingga dapur ditutup

BGN menegaskan investigasi akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap pengelola dapur MBG.

Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya unsur kesengajaan atau pelanggaran serius, sanksi yang diberikan dapat lebih berat.

“Kemudian kalau perlu, kalau dia memang secara ada kesengajaan unsur ini unsur itu ya kepala SPPG-nya pun bisa kita pecat, dapurnya kita tutup permanen,” tegas Sudaryono.

Baca Juga: Momen wisatawan saling berpegangan di Pulau Padar saat terjadi gempa bumi: Jangan panik guys!

Meski demikian, penyebab pasti gejala yang dialami ratusan siswa tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut. Data korban juga masih dapat berubah seiring proses pendataan dan penanganan medis.

Kasus di Berastagi ini kembali menjadi perhatian terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam memastikan makanan yang dibagikan kepada siswa memenuhi standar keamanan, kualitas, serta ketentuan distribusi yang telah ditetapkan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X