Baca Juga: Hadiri kaderisasi GP Ansor Jabar, Kang Akur titip pesan soal ekonomi masyarakat
Ia mengutip pesan dalam kitab Adabul 'Alim wal Muta'allim karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari.
“Man thalaba al-riyasata fadhahahu Allahu.” Menurut Gus Miftah, pesan tersebut mengingatkan bahwa ambisi mengejar kepemimpinan dapat berujung pada kehinaan.
“Kekuasaan di NU itu bukan untuk direbut (dithalab), melainkan sebuah amanah berat yang digotong bersama atas dasar khidmah (pengabdian),” lanjutnya.
Ia menilai seseorang yang belum memiliki kapasitas memadai tetapi memaksakan diri maju dengan membawa klaim dukungan Istana justru berpotensi kehilangan wibawa di hadapan para kiai.
Baca Juga: ESAI: Berkah Tuhan vs monopoli materi
Gus Miftah berharap Muktamar ke-35 di Tambakberas dapat berlangsung secara bermartabat dan tidak menjadi arena transaksi kepentingan politik.
“Muktamar di Tambakberas harus menjadi panggung yang gembira, bersih dari transaksional, dan bermartabat. Biarlah para kiai sepuh di jajaran Syuriyah dan para muktamirin yang membawa mandat akar rumput yang menimbang dan memutuskan dengan nurani jernih,” katanya.
Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji itu menegaskan dirinya tidak berada di pihak kandidat atau tim sukses mana pun. Ia mengaku hanya ingin NU memiliki masa depan yang lebih baik di tengah tantangan yang semakin besar.
Baca Juga: Subang jadi pusat kaderisasi GP Ansor Jabar, 164 peserta ikuti tiga agenda kaderisasi
“Saya sebagai orang yang mencintai NU dan bukan bagian dari timses manapun, hanya ingin NU menjadi lebih baik kedepannya. Semata karena tantangan besar kini berada didepan mata nahdliyin,” tuturnya.
Gus Miftah juga mengajak pihak di luar NU untuk menghormati ruang internal organisasi dan tidak membawa kepentingan politik praktis ke dalam forum muktamar.
“Ketika Istana memilih menghormati NU dari kejauhan dengan cinta dan proporsionalitas, maka elemen-elemen di luar sana mestinya tahu diri: jangan mengotori kesucian muktamar dengan dagang pengaruh yang stensilan,” tukasnya.***
Artikel Terkait
Keteladanan KH. Anwar Manshur: Ulama sepuh Lirboyo yang dihormati lintas generasi
Bupati Subang kukuhkan pengurus Panglima Santri di Harlah ke-100 NU, tegaskan kolaborasi ulama dan umara
Gus Miftah buka puasa bareng pekerja Colosseum Jakarta, kembali berdakwah di klub malam
Gus Miftah: MBG program baik, yang perlu diperbaiki cara pengelolaannya
Ponpes Ora Aji asuhan Gus Miftah gelar buka bersama 2.000 anak yatim lintas iman di Yogyakarta
Gus Miftah soroti pelaksanaan MBG, ingatkan pejabat dan petugas SPPG jaga amanah program presiden
Ditodong pertanyaan soal uang Rp100 juta oleh jemaah harlah ponpes, Gus Miftah: Saya kaget tapi biasa aja