Selain kerugian materi, korban juga mengaku sempat mengalami intimidasi saat hendak melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.
Menurut Ketut, ada oknum dari institusi militer yang diduga mengancam korban agar tidak melanjutkan laporan, dengan dalih uang yang telah disetor akan hangus.
“Para korban bahkan diancam bahwa mereka bisa dianggap melakukan penyuapan,” ujarnya.
Meski demikian, pihak kuasa hukum belum merinci identitas institusi oknum tersebut, namun memastikan bahwa dugaan keterlibatan berasal dari lingkungan militer aktif.
Kasus ini kini tengah ditangani oleh kepolisian, dan para korban berharap proses hukum berjalan transparan serta mampu mengungkap seluruh pihak yang terlibat.***
Artikel Terkait
Terlibat kasus penipuan CPNS bodong pada 2021 silam, putri dari Nia Daniaty akhirnya dinyatakan bebas dari penjara
Ramai aksi CPNS-PPPK di Jakarta, ini 4 poin alasan KemenPAN RB undur pengangkatan CASN 2024
Akhirnya dapat kepastian, CPNS dan PPPK akan segera dapat NIP dan pengumuman pengangkatan
Rifaldy Fajar buka suara soal viralnya dugaan penipuan riset, akui catut nama sejumlah kampus tanpa izin: Kami mohon maaf
Kasus Hanania Travel: Penipuan umrah Rp12 miliar, gagal berangkatkan ratusan jemaah sesuai jadwal
Jadi korban penipuan Hanania Travel, viral cerita perjuangan 2 tahun menabung umrah: Sekarang ibuku hanya bisa menangis
Kronologi modus penipuan oknum dosen UPI senilai Rp100 juta: Diduga ngaku sudah cerai, lalu dekati wanita