Mahfud juga membandingkan kasus Febrie dengan sejumlah tokoh lain seperti Nadiem Makarim, Yaqut Cholil Qoumas, hingga Tom Lembong yang menurutnya mendapat perlakuan berbeda saat menjalani proses hukum.
Baca Juga: Sayangkan pengumuman sayembara tangkap begal Dedi Mulyadi, Mahfud MD: Seharusnya tidak dilakukan
“Sementara Nadiem, Yaqut, kan pakai. Semua diborgol dan ditunjukkan, dipertontonkan pakai borgol dan bajunya,” tambahnya.
Ia pun mempertanyakan alasan di balik perbedaan tersebut, mengingat posisi Febrie dinilai bukan pejabat negara aktif, melainkan pejabat birokrasi setingkat Jaksa Agung Muda.
Penjelasan Kejagung: Faktor situasi mendesak
Menanggapi sorotan tersebut, pihak Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Rudi Margono memberikan klarifikasi.
Ia menyebut kondisi saat itu berlangsung dalam situasi yang cukup mendesak.
Baca Juga: Viral dugaan geng motor terlibat dalam tewasnya satpam Jatiluhur, polisi masih dalami bukti
“Kalau masalah rompi tadi mohon maaf, ya karena buru-buru juga, tadi sudah tengah malam,” ujar Rudi kepada awak media di Gedung Kejagung, Jakarta.
Penjelasan ini menegaskan bahwa tidak digunakannya atribut tahanan seperti rompi pink dan borgol bukanlah keputusan yang disengaja untuk memberikan perlakuan khusus, melainkan karena faktor teknis di lapangan.
Ditahan 20 hari, kasus masih berkembang
Saat ini, Febrie Adriansyah resmi ditahan di Rutan KPK untuk 20 hari ke depan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Penahanan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang tengah diusut aparat penegak hukum.
Baca Juga: BRI jadi motor utama program 3 juta rumah, kinerja KUR Perumahan diapresiasi pemerintah
Kasus ini masih terus berkembang dan menjadi perhatian publik.
Artikel Terkait
Mahfud MD beberkan alasan kasus eks Jampidsus harus ditangani KPK, sebut pengalihan penyidikan merusak sistem hukum
Hotman Paris sebut Febrie Adriansyah sosok kebanggan Prabowo, istana: Jangan kaitkan dengan presiden
Curhat otaknya mumet urus kasus mega korupsi yang jerat Febrie Adriansyah, Hotman Paris pilih mundur jadi pengacara
Tak ada rompi pink di penahanan Febrie Adriansyah, Kejagung dikritik pertontonkan tindak hukum yang tak adil
Usutan penyebab wafatnya penjaga rumah Febrie Adriansyah kian rumit, TKP kini diklaim telah rusak
Heboh di medsos, polisi bantah kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak dan jasadnya hilang
Sayangkan pengumuman sayembara tangkap begal Dedi Mulyadi, Mahfud MD: Seharusnya tidak dilakukan