Berdasarkan data yang dimilikinya, sekitar 56 persen siswa datang ke sekolah dalam kondisi lapar.
Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kemampuan siswa dalam menyerap pelajaran di kelas.
Qodari menjelaskan bahwa siswa yang lapar cenderung tidak fokus, sulit memahami materi, dan tidak optimal dalam mengikuti proses belajar.
Oleh karena itu, menurutnya, MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Perbedaan pandangan dan pentingnya data
Dalam diskusi tersebut, Qodari juga mengingatkan bahwa pemerintah memiliki berbagai program lain di sektor pendidikan, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), yang memiliki alokasi anggaran besar untuk membantu mahasiswa.
Ia menekankan bahwa program MBG dan bantuan pendidikan seperti KIP memiliki tujuan yang berbeda dan tidak seharusnya disamakan.
Qodari juga menantang mahasiswa untuk mengkritisi kebijakan berbasis data konkret, bukan hanya asumsi.
Di sisi lain, Fathimah menegaskan bahwa mahasiswa melihat langsung realita di lapangan.
Ia menyebut bahwa banyak mahasiswa bertahan kuliah berkat dukungan komunitas dan alumni, bukan sepenuhnya dari bantuan pemerintah.
Perdebatan ini mencerminkan adanya perbedaan pendekatan antara pemerintah dan mahasiswa dalam melihat prioritas kebijakan pendidikan.
Meski demikian, kedua pihak sepakat bahwa evaluasi program tetap diperlukan agar manfaatnya bisa dirasakan secara lebih luas.***
Artikel Terkait
Qodari rilis buku ‘Presiden Solusi’, beberkan 108 terobosan pemerintahan Prabowo
Gerbang DPRD Subang dijebol! Demo mahasiswa memanas, kritik keras pemerintahan Prabowo-Gibran menggema
Menkeu Purbaya soal perbaikan MBG: BGN Diobrak-abrik dan dilakukan penghematan besar-besaran
Ribuan warga Subang terancam menganggur, APER gelar istigosah desak program MBG dilanjutkan
Bambang Herdadi dorong MBG dilanjutkan: Kunci lahirkan generasi sehat dan kompetitif
Drama kasus MBG di tengah mundurnya Jampidsus Febrie Adriansyah: Daftar nama yang minta jatah titik SPPG nambah lagi
Kepala Bakom Qodari puji pembekalan Seskab Teddy kepada taruna Akmil, jadi inspirasi dan motivasi kembangkan diri